↓ Butuh Bantuan?? ↓

Telpon

Mengenal Baitul Maqdis: Tempat Rasulullah Isra’ Mi’raj

Umat Muslim sudah pasti mengenal salah satu masjid bersejarah bahkan dikatakan sebagai kiblat pertama orang Islam, Baitul Maqdis namanya. Tempat suci ini terletak di antara Palestina dan Israel, sayangnya hingga saat ini masih terus menjadi sengketa.

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ…

"Dari Al-Bara bin ‘Azib berkata, “Saya shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surah Al-Baqarah WAHAITSU MA KUNTUM FAWALLAU WUJUHAKUM SYATROH…” (H.R. Bukhari).."

[toc]

Tentang Baitul Maqdis

Baitul Maqdis atau Masjid Al-Aqsha terletak di Jerusalem, tepatnya antara Palestina dan Israel. Tempat yang begitu istimewa bagi umat Muslim. Bahkan keistmewaan dan keutamaannya pun disebutkan dalam Al Qur'an dan Hadits.

1. Apa itu Baitul Maqdis

Terdapat seoang ahli fiqih dan Hadits Abdullah bin Umar mengatakan, bahwa Baitul Maqdis ini digunakan oleh para Nabi dan Malaikat untuk beribadah dan berkumpul. Bahkan seluruh jengkal tanahnya tidak ada yang tidak digunakan untuk sembahyang.

أَنَّ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ أَرْضُ الْمَنْشَرِ وَالْمَحْشَرِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Sesunggunya Maimunah pembantu Nabi berkata, “Ya Nabiyallah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis”. Maka Rasulullah menjawab, “Bumi tempat bertebaran dan tempat berkumpul. Datangilah ia, maka shalatlah di dalamnya, karena sesungguhnya shalat di dalamnya seperti seribu kali shalat dari shalat di tempat lain”. (HR Ahmad).

Seperti yang tertera pada hadits tersebut, bahwa wilayah ini diberkahi oleh Allah. Tempat yang dimaksud bukan masjid Al-Aqsha saja, tetapi Baitul Maqdis berarti lebih luas, yakni seluruh lokasi yang terdapat di sekelilingnya juga.

2. Sejarah Baitul Maqdis

Baitul Maqdis ini dikisahkan bahwa, suatu ketika Nabi Muhammad SAW pernah mengalami sebuah peristiwa Isra' Mi’raj. Dimana beliau mengalami sebuah perjalanan jauh dan menakjubkan hanya dalam semalam saja.

Yakni, perjalanan menuju Sidratul Muntaha setelah sebelumnya dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqsha. Namun, berbeda dengan kepercayaan Yahudi, bahwa tempat ini merupakan berdirinya Bait Suci yang dibangun oleh Sulaiman putra Daud di tahun 957 SM.

3. Lokasi Baitul Maqdis

Baitul Maqdis atau Masjid Al-Aqsha ini terletak di antara Palestina dan Israel, tepatnya berada di tepi Baratjalur Gaza.

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ

“Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”.  (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)."

Namun, pemerintah daerah tersebut memberlakukan peraturan pembatasan terhadap siapa saja yang diperbolehkan memasuki Kawasan itu.

Peraturan ini berlaku untuk warga keturunan Arab, bahwa untuk pria telah berusia lebih dari 50 tahun diperbolehkan memasukinya dan untuk wanita setidaknya telah menikah. Sebab, menurut pemerintahan Israel karena orang-orang tersebut cenderung tidak membuat masalah.

Makna Baitul Maqdis Bagi Umat Muslim

Masjid Al-Aqsha yang merupakan bagian dari Baitul Maqdis ini, adalah tempat suci ketiga setelah Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Mekkah. Ketiganya memiliki keistimewaannya sendiri sebagai tempat ibadah tertua di dunia.

Sebelumnya, lokasi ini telah melewati berbagai masa kenabian dan kerajaan hingga terjadi perbedaan fungsi. Namun, ketika masa kekhilafan Umar bin Khattab akhirnya dilakukan pembersihan dan pembangunan ulang dan dijadikan pusat wilayah Muslim setelah ditinggalkan oleh umat Kristen.

Selain itu, di tempat ini pula terjadi banyak peristiwa penting bagi umat islam hingga menjadikannya sebuah wilayah suci dan pusat peradaban. Seperti terjadinya Isra’ Miraj yang dialami oleh Rasulullah SAW dan sempat digunakan sebagai kiblat pertama.

Apa saja Keistimewaan Baitul Maqdis?

Wilayah Baitul Maqdis yang terletak di antara Israel dan Palestina ini memiliki begitu banyak keistimewaan, bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Lokasi ini pun bukan hanya  suci bagi umat muslim tetapi bagi kaum Yahudi pula. Lantas, apa saja keistimewaannya?

1. Tempat yang Suci

Masjidi Al-Aqsha ini dinyatakan sebagai tempat suci bahkan diberikan nama oleh Allah secara langsung seperti yang tertera dalam Al-Qur’an. Selain itu, wilayah ini juga dinyatakan sebagai tempat suci sejak zamannya Nabi Musa.

Bahwasannya, dahulu diperintahkan kaumnya untuk berani menghadapi musuh-musuh Allah dan mengingat nikmat-nikmat yang diberikan-Nya. Hal itu dinyatakan dengan janji-Nya untuk mendapat pertolongan dengan tinggal di dalam Baitul Maqdis.

2. Terjadinya Isra’ Miraj

Peristiwa Isra’ Mi’raj yang merupakan sebuah kejadian luar biasa bagi umat muslim, dimana seorang manusia atau Rasulullah dipertemukan dengan Sang Penciptanya dalam waktu semalam. Hal ini dikisahkan pula dalam Hadits HR Muslim:

أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ قَالَ فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ قَالَ ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجْتُ

“Aku telah didatangi Buraq. Yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut mencapai ujungnya. Beliau bersabda lagi: “Maka aku segera menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Beliau bersabda lagi: “Kemudian aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan shalat sebanyak dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar.” (HR Muslim).

Peristiwa ini terjadi dengan Rasulullah SAW mengendarai Buraq dan ditemani oleh Malaikat Jibril menuju Sidratul Muntaha, namun sebelumnya melintasi masjid Al-Aqsha yang saat ini oleh bangsa Yahudi tempat tersebut dinamai sebagia tembok ratapan.

3. Tempat yang diberkahi

Masih terdapat dalam HR Ahmad yang menjelaskan bahwa, tempat ini merupakan lokasi yang diberkahi oleh Allah. Maksud dari kata tersebut adalah, sebuah wilayah dimana terdapat kemakmuran di dalamnya serta akan diampuni semua dosa yang lampau.

مَنْ أَحْرَمَ مِنْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berihram dari Baitul Maqdis Allah mengampuni dosa-dosanya yang lalu” (HR Ahmad dari Ummu Salamah isteri Rasulullah).

Allah telah mengaruniahi tanah yang subur dengan barang tambang melimpah di dalamnya. Bahkan mata pencaharian, hasil pertanian, makanan pokok dan sebagainya telah dijamin keberkahan oleh Allah SWT.

4. Kiblat Pertama

Berdasarkan penjelasan dari Imam Bukhari, bahwasannya dahulu pada awal kaum muslimin hijrah ke Madinah, Rasulullah beribadah seperti sholat dengan menghadap ke Masjid Al-Aqsha selama 16 atau 17 bulan lamanya.

Namun, menurut sejarah bahwa Rasulullah sering menengadahkan wajah ke langit menunggu perintah Allah. Sebab, beliau khawatir karena pada masa itu kaum Yahudi juga beribadah dengan menghadap kearah masjid Al-Aqsha hingga turunlah ayat tentang berubahnya arah kiblat.

Sesuai surat Al-Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 144:

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

"Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."

5. Wilayah yang Dibebaskan

Terdapat banyak riwayat Hadits yang menjelaskan bahwa, suatu saat nanti sebelum kiamat wilayah Baitul Maqdis ini akan menjadi pusat peradaban kaum Muslim kembali. Dimana saat ini lokasi tersebut masih menjadi sengketa antara Palestina dan Israel.

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا

"Aku menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika terjadi Perang Tabuk saat sedang berada di tenda terbuat dari kulit yang disamak. Nabi bersabda, “Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari Kiamat. Kematianku, dibebaskannya Baitul Maqdis, kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika, melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), timbulnya fitnah sehingga tidak ada satu pun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya, dan perjanjian antara kalian dengan bangsa Bani Al-Ashfar (Eropa), lalu mereka mengkhianati perjanjian kemudian mereka mengepung kalian di bawah delapan bendera (panji-panji) perang yang pada setiap bendera terdiri dari dua belas ribu personil.” (HR Bukhari)."

Bahkan telah disebutkan dalam Hadits dan Al-Qur’an, bahwa wilayah ini akan dibebaskan oleh orang-orang beriman dan masih berpegang teguh terhadap ajaran Allah dan Rasulnya. Hingga pada waktunya tiba akan kembali berada di tangan umat muslim.

6. Pahala Ibadah Dilipatgandakan

Para ulama telah sepakat dan terdapat beberapa Hadits yang menyebutkan bahwa, beribadah di area Baitul Maqdis ini terdapat keutamaan bahkan pahala akan dilipat gandakan. Mereka meriwayatkan bahwa sholat di sini akan terdapat 1.000 kali pahala dan lebih baik dari masjid-masjid lainnya.

Meskipun beberapa Hadits tersebut berbeda pendapat soal banyanya kebaikan yang diperoleh, akan tetapi wallahualam. Mereka sepakat bahwa hal ini tidak bertentangan dan saling melengkapi apabila dengan beribadah dan ditingkatkan pahalanya.

Masjid Al-Aqsha Negerinya para Nabi

Baitul Maqdis yang merupakan wilayah dari Masjid Al-Aqsha ini merupakan tempat bersejarah dan suci, dimana para utusan Allah atau Nabi banyak diturunkan di sini yang sekarang dikenal dengan kota Palestina.

Terdapat begitu banyak bukti sejarang yang  mengisahkan kebenarannya seperti makan para Nabi, yakni Nabi Ibrahim AS, Nabi Syu’aib AS, Nabi Musa AS, Nabi Yunus AS, Nabi Sulaiman AS dan lain sebagainya. Bahkan, terdapat dalam sebuah Hadits bahwa Rasulullah mengimami mereka di wilayah ini.

رأيت ليلة أسري بي موسى، رجلا آدم، طوالا جعدا، كأنه من رجال شنوءة، ورأيت عيسى رجلا مربوعا، مربوع الخلق إلى الحمرة والبياض، سبط الرأس، ورأيت مالكا خازن النار، والدجال، في آيات أراهن الله إياه: {فلا تكن في مرية من لقائه}. قال أنس وأبو بكرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم: تحرس الملائكة المدينة من الدجال

 “Pada malam aku diisra’kan aku telah melihat Musa, seorang lelaki berkulit sawo matang, tinggi kekar, seakan-akan dia adalah lelaki Suku Syanu’ah. Dan aku telah melihat ‘Isa, seorang lelaki bertinggi sedang, berambut lurus. Dan aku juga telah melihat Malaikat Penjaga Neraka dan Dajjal” termasuk ayat yang telah diperlihatkan Allah kepada beliau. (maka janganlah kamu ragu tentang pertemuan dengannya (Musa). Surat As-Sajadah:23)." (HR Bukhari)

Penutup

Itulah informasi tentang keistimewaan Baitul Maqdis dan wilayah sekitarnya, dimana merupakan sebuah lokasi bersejarah, suci dan sangat penting bagi umat muslim. Selain itu, tempat ini pun juga diberkahi dengan kekayaan alam melimpah.

Karang Tengah Raya No. 25, Lebak Bulus, Jaksel
Saba Tour & Travel
+62 812 8872 8822
www.sabatourtravel.com
Saba_Tour_Travel

Copyright © 2020 - PT Saba Khidmah Mumtazah

phone-squareenvelopebuilding-oexternal-link-squareinstagramfacebook-official