↓ Butuh Bantuan?? ↓

Telpon

Mengenal Luxor, Pusat Pemerintahan Fir'aun di Mesir

Dahulu Kota Luxor merupakan pusat pemerintahan Firaun di Mesir. Terletak sekitar 670 Km di sebelah Selatan Kairo, kita dapat menyusuri berbagai peninggalan Firaun di kota yang disebut sebagai museum terbuka terbaik di dunia.

Luxor dijuluki sebagai "The World Greatest Open Air Museum". karena beberapa situs-situs kuno masih berdiri kokoh di kota ini. Seperti halnya kota-kota lain zaman Mesir kuno, desain tata kota diperhatikan dengan sangat detail.

Sungai Nil yang membelah kota sekaligus menjadi pemisah antara pusat kota dan kuil-kuilnya di sebelah timur. Dengan necropolis (komplek makam fir'aun) di sebelah barat (west bank), tetap tidak mau jauh-jauh dari sungai Nil. Karena sungai ini merupakan sumber kehidupan buat mereka

Kuil Karnak dan Luxor masih berdiri kokoh di antara bangunan-bangunan modern. Ditengah padatnya pemukiman penduduk. Kuil Karnak disebut-sebut sebagai sebuah kuil terbesar di dunia, luasnya kurang lebih 1,5 meter x 800 meter. Juga merupakan kuil kuno terbesar kedua di dunia setelah Angkor Wat di Kamboja. Dibangun selama masa pemerintahan Amenhotep III dan Ramses II (1500-1200 SM).

Kuil Karnak ini terhubung dengan kuil Luxor. Jalan setapak sepanjang 3 km membentang di antara keduanya. Dihiasi dengan patung-patung sphinx di kiri kanannya. Sayang, proyek penggalian jalan penghubung kuil Karnak dan Luxor ini terhenti sejak revolusi 2011 meletus di Mesir. Dari total 3 km jalan, mungkin baru sekitar 2 km yang berhasil di gali.

Yang paling menarik di kuil Karnak adalah tiang-tiang batu raksasa berdiameter 15 meter, setinggi 23 meter berjumlah 134 kolom dengan hiasan ukiran disekelilingnya. Selain kolom-kolom raksasa tersebut, terdapat Obelisk. Obelisk ini adalah tiang persegi yang memiliki ujung runcing. Dipahat utuh dari gunung batu dengan tinggi sekitar 30 meter dengan berat 700 ton.

Di Luxor kita juga akan disuguhi keajaiban Valley of the King dan Valley of the Queen. Inilah perbedaan necropolis era new kingdom dan era old kingdom. Jika necropolis era old kingdom berbentuk piramida, sedangkan pada era new kingdom necropolis dibangun di dalam perut gunung batu. Memadukan teknologi struktur dan estetika sekaligus.

Anda bisa saksikan bagaimana canggihnya orang-orang Mesir kuno melubangi gunung dengan bentuk yang sangat presisi. Kemudian melukis dinding-dindingnya dengan gambar-gambar yang sangat indah. Tentu saja menggunakan alat sederhana dan pewarna alami untuk catnya.

Makam sudah dipersiapkan sejak raja naik tahta. Konon untuk membuat satu makam dibutuhkan waktu puluhan tahun. Sedangkan di Valley of the Kings terdapat lebih dari 50-an makam. Termasuk makam Tut Ankh Amun, Fir'aun terkaya dan termuda.

Dan hebatnya lagi, lorong-lorong makam itu tidak saling bertabrakan. Mereka sepertinya mengukur dengan akurat panjang lorong sehingga tidak saling bertabrakan satu sama lain. Bentuk lorong makam tidak datar namun mengarah ke dalam perut bumi. Sayangnya untuk wisatawan tidak boleh mengambil foto di dalam makam tersebut.

Karang Tengah Raya No. 25, Lebak Bulus, Jaksel
Saba Tour & Travel
+62 812 8872 8822
www.sabatourtravel.com
Saba_Tour_Travel

Copyright © 2020 - PT Saba Khidmah Mumtazah

phone-squareenvelopebuilding-oexternal-link-squareinstagramfacebook-official